Yasunari Kawabata

Pemenang Hadiah Nobel untuk kesusastraan tahun 1968 ini lahir di Osaka tahun 1899. Ayahnya dokter yang memiliki minat di bidang sastra dan seni. Beliau meninggal kala Kawabata baru berumur tiga tahun. Semula Kawabata bercita-cita menjadi pelukis tetapi akhirnya memutuskan menjadi pengarang. Selagi menjadi pelajar Sekolah Lanjutan, cerita dan esainya sudah dimuat di majalah sastra dan surat kabar. Buku hariannya yang ditulis menjelang kematian kakeknya terbit dengan judul Buku Harian Pemuda Enam Belas Tahun. Setelah menamatkan Universitas Tokyo, ia menjadi anggota redaksi majalah sastra Bungei-Shunju, selanjutnya memimpin majalah sastra Bungei Jidai. Sejak itu ia menulis karya sastra dengan gaya neo-sensualisme. Karya-karyanya secara halus menyuarakan pandangan hidup Jepang dan dominasi nasib. Bagaikan haiku, karyanya merekam peristiwa-peristiwa dan perlambangnya. Karyanya yang telah terbit dalam terjemahan Indonesia ialah Negeri Salju, Rumah Perawan, Keindahan dan Kepiluan, Penari Izu, dan Seribu Burung Bangau. Ia meninggal bunuh diri tanggal 16 April 1972. Daerah Salju yang diterjemahkan dari bahasa Jepang oleh Matsuoka Kunio dan Ajip Rosidi ini merupakan roman psikologi cinta yang tak berkesudahan, memantulkan gerak-gerik kejiwaan yang amat peka.